RSS

Arsip Bulanan: Desember 2011

HULK

“Don’t make me angry, you wouldn’t like me when I’m angry!” –Dr. Bruce Banner

Tau Hulk, kan? itu lho, seorang manusia yang kalau marah berubah jadi raksasa hijau yang pakaiannya semua sobek, kecuali celananya. #masa cuma sobek sebatas lutut… elastis amat celananya ya? :D

Kenapa tanya-tanya soal Hulk? lagi kepikiran aja, sepertinya semua orang bisa jadi Hulk. Ketika merasa terusik, ketika merasa diperlakukan secara tidak adil, ketika merasa harga dirinya diinjak-injak, dll, dsb… #edisi curhat :D

Sesabar apapun seseorang, pasti akan marah jika terus-terusan dipojokkan, dipermalukan di depan umum, direndahkan harga dirinya, dimarah-marahi, diomeli untuk alasan sepele. #curhat meneh… :D

Aku juga bisa jadi Hulk, hampir saja jadi Hulk. Untung aku masih punya Allah, punya iman, punya ilmu. Walau untuk membela harga diri, aku tidak mau jadi monster seperti itu! #hiii…

*taken from the tv serial "The Incredible Hulk"

 

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 5, 2011 in Tak Berkategori

 

“Ibu”

Sial, sekarang hampir semua orang memanggilku dengan sapaan “Ibu”.
“Selamat pagi, Bu.”
“Asalnya dari mana, Bu?”
“Ada yang bisa saya bantu, Bu?”
“Ibu sudah lama tinggal di sini?”
“Oh, Ibu dari sini belok kiri, terus lurus, terus kanan, terus jedotin deh kepala Ibu.” %@?!#£

Baiklah, aku memang sudah ibu-ibu, anakku sudah dua, tapi please deh… Apa mukaku sudah segitu tuanya? Apa sifat keibu-ibuanku begitu kentaranya? Apa aku tidak cukup pantas lagi disapa “Mbak”, “Teh”, “Kak”?

Memang, untuk beberapa situasi aku tidak berkeberatan disapa “Ibu”. “Ibu” adalah sapaan hormat untuk seorang wanita. Kata yang sepadan dalam bahasa Inggris untuk itu adalah “lady”, dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Ibu” sebagai sapaan didefinisikan sebagai ‘panggilan yg takzim kpd wanita baik yg sudah bersuami maupun yg belum’. Woow panggilan takzim!

Tapi, justru karena hal itu aku belum mau dipanggil “Ibu”, rasanya belum pantas. Menjadi seorang “Ibu” dalam bayanganku berarti harus menjadi seorang wanita yang dewasa, bijaksana, halus tutur kata, rapi dan pantas dalam berbusana, merias wajahnya, dan sebagainya dan sebagainya… Sungguh beban yang sangat berat.

Hhmm, sepertinya memang sudah saatnya menjadi dewasa, bijaksana, menjaga tutur kata… Tapi untuk urusan rias-merias dan berbusana pantas… Heuheuheu… Aku masih merasa nyaman menggendong ransel, bersepatu kets teplek, masih malas berlipstik, dan malas mengikuti mode.

Duh, masih gerah dipanggil “Ibu” :(

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 3, 2011 in Tak Berkategori

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.